Banner

Warga Geram, Indomaret Km 6,5 Nekat Tutup Drainase


Seputarhukum.com, Bengkulu -
Penataan Kota Bengkulu kembali bermasalah dan menuai protes Masyarakat. Salah satunya pembangunan halaman Indomaret Km 6,5 Jalan P. Natadirja Kelurahan Jalan Gedang yang nekat menutup saluran drainase yang sudah ada.

Sontak saja hal ini menuai protes keras dari Ketua RT 2 Kelurahan Jalan Gedang Supratman, atau yang akrab disapa Iwan Telor.

Kepada wartawan, dia merasa geram sangat atas sikap abainya pihak pengelola usaha Indomaret yang sengaja menutup saluran drainase yang sudah dibangun sebelumnya. Hal itu jelas mengabaikan instruksi Walikota Bengkulu H. Helmi Hasan terkait penataan kawasan berbasis ramah lingkungan.

"Saya tadi pagi sudah mendatangi Toko Indomaret Kilometer 6,5 dan sontak kaget melihat bangunan lahan parkir Indomaret ini semakin lebar dan semakin mengarah ke bibir aspal jalan. Bahkan pembangunan Indomaret justru menutup saluran drainase atau siring yang ada dibawah pagar Indomaret sebelumnya. Tadi saya sudah temui perwakilan katanya namanya Solid Ahmad dia sebagai asisten toko yang baru. Saya minta agar dipertemukan dengan yang berwenang baik pihak kepala toko ataupun pimpinan Indomaret. Intinya, saya minta agar siring sebagai saluran pembuangan air di Indomaret ini baik yang didepan maupun disamping dibuatkan kembali. Kemudian saya juga minta agar pihak Indomaret membuat bak sampah permanen dipojok depan," ungkap Ketua RT 02 Kelurahan Jalan Gedang Supratman, Sabtu (11/6). 

Semestinya Indomaret bisa menjadi contoh dalam ikut membangun daerah. Jangan malah hanya memikirkan kepentingan pribadi ingin perluasan area lahan depan dan membuat Drve Thru tapi malah tidak membuat saluran pembuangan airnya. Sebab itu, tadi saya sudah meminta kepada perwakilan toko Indomaret KM 6,5 saya beri waktu sampai hari Senin agar pihak Indomaret bisa membuat saluran siring dan bak sampah. Jika tidak juga mengindahkan maka saya minta Walikota Bengkulu menutup Indomaret tersebut.



Kemudian Ketua RT yang masih muda itu juga membeberkan bahwa dalam setiap proses baik perizinan maupun pembangunan pihak Indomaret tidak pernah berkoordinasi dengan RT setempat. Bahkan ketika perayaan HUT RI setiap 17 an Agustus pihak Indomaret pun tidak pernah membantu warga disekitar lingkungan untuk sekedar berpartisipasi.

"Menurut saya pihak Indomaret ini memang sudah merasa hebat sendiri. Mereka bisa mendirikan usaha dan mendirikan bangunan seenaknya tanpa perlu berkoordinasi dengan warga disekitar lingkungan atau RT nya," sesal Ketua RT tersebut. (111)

Posting Komentar

0 Komentar